Formasi Yang Tidak Lazim Digunakan Sepanjang Sejarah Sepak Bola

  • July 30, 2020

Mantan pelatih Chelsea dan Manchester United itu mendapatkan bayaran gaji yang sangat besar dari manajemen tim. Terbukti hanya karena taktik bertahannya Mourinho mampu membeli mobil klasik yang super mahal yaitu Ferrari 250 GTO model 1962.

Pertandingan ini pastinya akan seru dan cukup sengit, Sudah pasti Burnley lebih di unggulkan pada pertandingan ini, terlebih mereka bermain di markasnya sendiri. Dilihat dari statistik pertandingan terakhir kedua tim, Burnley pastinya akan tampil all-out agar bisa finish pada peringkat yang lebih baik lagi di Premier League. Untuk tim tamu yaitu Wolverhampton pastinya juga sudah menyiapkan strategi matang untuk bisa bangkit kembali dalam persaingan Big 4 Premier League. Tentunya kedua timtidak ingin kalah agar bisa mendapatkan poin penuh pada pertandingan ini.

Karena itu pelatih akan menunjuk pemain yang memiliki teknik dan akurasi tendangan yang baik, serta mental yang kuat sebagai pemain yang menjadi algojo titik pinalti. Selain menentukan sistim permainan yang akan diterapkan oleh timnya, seorang pelatih juga akan menunjuk beberapa pemain untuk tugas-tugas khusus. Pelatih akan menunjuk seorang pemainnya untuk berperan sebagai kapten tim. Pemain yang ditunjuk sebagai kapten biasanya pemain yang cukup berpengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar pada rekan-rekannya. Spanyol dengan gaya tiki taka ala Barcelona tidak kaku menerapkan formasi lima pemain tengah ini.

Keunggulan jumlah pemain di pusat lapangan tengah bisa mengatasi dua gelandang sentral dari formasi 4-4-2. Tim-tim yang mereguk kesuksesan dengan formasi ini biasanya memiliki gelandang bertahan kelas dunia.

Pada intinya, formasi ini memang cocok digunakan ketika tim pemprioritaskan aliran-aliran bola yang cerdas dalam menciptakan peluang untuk mencetak gol. Tipe formasi ini juga merupakan salah satu formasi yang pola penyerangan-nya cukup kuat. Formasi ini sendiri lebih mudah diatasi jika para pemain sayapnya tak memiliki kedisiplinan yang diperlukan saat masuk mode bertahan. Bahkan, dua penyerang sayap dari selalu siap mengambil keuntungan dari dua full-back milik setiap kali mereka meninggalkan posnya untuk naik membantu serangan.

Misalnya saja Claude Makelele, Javier Mascherano atau Sergio Busquets. Ini juga membuka jalan bagi kedua full-back sendiri untuk ikut naik menyerang. Alasannya, mereka tak perlu terlalu khawatir dengan ancaman serangan balik lawan karena barisan gelandang sanggup menjaga possession untuk waktu yang cukup lama. Dilihat dari pertemuan terakhir kedua tim, Burnley bermain imbang ketika bertandang ke markas Wolverhampton dengan skor akhir 1 – 1 .

Xavi Hernandez dapat tetap di belakang, sementara Andres Iniesta dan Pedro Rodriguez lebih ke depan dan membentuk skema, hampir mirip dengan milik Barcelona. Trik individu kadangkala diperlukan untuk menembus pertahanan lawan yang kokoh. Trik individu biasanya digunakan jika tidak ada lagi cara lainnya untuk menerobos pertahanan lawan dan membobol gawang mereka.

Pada menit ke-31, Southampton betul-betul memimpin ketika Ings berhasil menguasai bola liar hasil tembakan Armstrong sebelum melakukan penyesuaian posisi dan mengecoh kiper Jordan Pickford untuk mencetak gol. Everton balik menyerang lewat umpan silang Lucas Digne yang berhasil disambut Alex Iwobi di area tiang jauh, tetapi kiper Alex McCarthy berhasil menepis sepakan keras yang mengancam gawangnya. Pertandingan baru berjalan delapan menit dan Stuart Armstrong sempat melakukan selebrasi seusai menceploskan bola ke gawang tuan rumah, tetapi golnya dianulir karena ia lebih dulu terjebak offside. Namun pada saat melakukan tendangan dari titik sebelas meter ini, mental pemain sangat berperan.

Akhtar

E-mail : admin@mobilcaraudio.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*